Rabu, 11 Februari 2009

Radio Gen FM yang menyesatkan

Fenomena Radio Gen FM memang sudah meledak pesat di Ibukota Jakarta. Sebagai stasiun radio yang mampu memutarkan lagu-lagu hits dari jaman dahulu sampai yang baru dirilis, Radio Gen FM menjadi radio favorite hampir diseluruh lapisan. Di mobil mewah, di pasar tradisional, Mall, Kantor, Restoran, Apotek, pintu Tol, dan masih banyak lagi tempat-tempat publik yang selalu menyalakan radio Gen FM.

Tapi, sebagai salah sarana informasi sejenis TV,Koran,Internet,dan lainnya, seharusnya Radio Gen FM mampu memberikan informasi yang berguna bagi para pendengarnya. Ntah, karena alasan apa, Radio Gen FM terlalu banyak melakukan siaran recording. Dan buat saya, itu sangat memalukan. Mungkin karena Radio Gen FM masih baru, belum banyak penyiar, atau alasan apapun, tetap saja itu memalukan.

Saya mencoba membandingkan dengan siarannya Radio Prambors. Disetiap siaran, penyiar Radio Prambors selalu mencoba mengatakan tentang keadaan saat siarannya itu. Ntah dia bilang "balik lagi di Prambors di tanggal X bulan Y, sekarang masih pukul HH lewat MM"...atau," wah, di depan kantor kita (ratu plaza) lagi macet banget nih", dan masih banyak lagi contoh-contoh yang jika kita dengarkan, kita pasti tahu kalau mereka sedang siaran langsung. Dan sudah pasti, informasinya pun sangat real time.

Sedangkan Radio Gen FM, sering sekali saya mendengar siaran yang, saya yakin sekali, adalah rekaman. Kalau misalnya dalam konteks promosi iklan, atau event tertentu, memang wajar menggunakan recording. Tapi ini, untuk siaran reguler menggunakan rekaman, itu sangat membahayakan. Sering saya mendengar kalimat yang diucapkan penyiar Radio Gen FM secara berulang-ulang, seperti kaset rekaman yang rusak. Dan tak ada komentar tentang itu dari si penyiar Radio Gen FM yang bersangkutan, seperti kalau si penyiar salah saat siaran langsung.

Atau percakapan antara penyiar andalan Radio Gen FM, Kemal dan Ade yang membicarakan "tau ga gimana caranya supaya dagangan sepatu laku??lempar aja ke presiden..bla..bla...", sangat ga penting sekali. Iklan bukan, informasi juga bukan, benar2 ga bermakna menurut saya.

Dan puncaknya adalah ketika hari Selasa 12 feb 2009. Ketika pagi harinya, saya mendengar siaran di Putuss (Prambors) dari si penyiar Mas Darto, bahwa Rihanna tidak jadi datang ke Indonesia, untuk yang kedua kalinya. Tentu saya, dan mungkin sebagian orang lainnya merasa kaget. Karena kedatangan RIhanna juga pernah batal pada bulan Desember 2008 lalu. Tapi apa yang saya dengar dari siaran Radio Gen FM malam, yang di pandu oleh Sammy dan rekan wanitanya, sangat mengejutkan. Radio Gen FM melalui mereka masih menginformasikan tentang pembelian tiket Rihanna yang dapat diperoleh di Monsterticket.com, menyebutkan harga-harga tiketnya, dan masih mencoba mempengaruhi pendengar Radio Gen FM tentang akan hebohnya konser Rihanna di Indonesia.

Jujur aja, saya jadi bingung. Informasi mana nih yang benar?? Jadi apa enggak nih Rihanna dateng. Walaupun memang saya tidak ada rencana untuk datang ke sana, tapi berita tentang kegagalan untuk kedua kalinya ini sangat menarik untuk dikuti. Saya penasaran. Sesampainya dirumah, ternyata di newsticker ( berita baris di bawah layar kaca televisi) di TV one dan Metro Tv mengatakan "Rihanna kembali batal datang karena diduga terlibat perkelahian dengan chris brown".

Kontan saja, rasa kecewa saya terhadap Radio Gen FM semakin membesar. Radio Gen FM seharusnya sadar, kalau Radio Gen FM saat ini telah menjadi radio yang didengarkan banyak orang. Dan sudah seharusnya mereka menyediakan informasi yang dapat dipercaya.